Cover Blog

Cover Blog
Showing posts with label Presenter. Show all posts
Showing posts with label Presenter. Show all posts

Tuesday, 13 May 2014

#TalkAbout: SHOW TIME! Tips Persiapan Memulai Acara Sebagai Presenter

Usahakan 20-30 menit sebelum acara berlangsung Anda sudah berada di lokasi acara. Dengan datang ke tempat acara lebih awal, bisa digunakan untuk mengetahui kondisi lokasi acara dan Anda manfaatkan untuk persiapan. Manfaatkan waktu tunggu sebelum acara dimulai dengan mengamati kondisi sekitar tempat acara. Jalin keakraban dengan tim kerja lain. Serta bertanya tentang hal yang belum Anda pahami untuk mendukung kelancaraan acara. Dukungan dari tim kerja yang Anda kenal atau baru kenal, dapat memberi semangat bagi kesuksesan Anda dalam membawakan acara.
Bila Anda datang tepat waktu, berarti telah menghargai diri sendiri, karena telah bersikap profesional dan menghargai tim kerja yang lain. Jangan pernah datang terlambat, karena bisa menimbulkan pencitraan diri kurang baik, bagi Anda dihadapan tim kerja yang lain. Meski sebagai presenter pemula, tanamkan dan latih diri Anda untuk bersikap profesional. Jika ingin berkembang, biasakan disiplin, teratur, stabil dan terus ditingkatkan.
Berikut ini beberapa persiapan yang harus Anda lakukan sebelum memulai suatu acara:

I.         Kerjasama dengan Tim Acara
Seorang presenter akan berganti-ganti tim kerja, baik itu partner sesama presenter, atau tim kerja pendukung acara. Usahakan sebelum acara dimulai untuk mengenal terlebih dahulu, supaya tidak ada kekakuan dengan sesama tim kerja.
Bila ada materi acara yang belum jelas dan pahami, jangan ragu-ragu untuk bertanya serta konsultasi. Atau sekadar bertegur sapa dengan kru pendukung acara, untuk menambah keakraban. Anda harus dapat melakukan hal tersebut dengan cepat dan baik, untuk mendukung kerjasama dalam sebuah acara.

II.       Menguasai Tema Acara
Bagi presenter acara, sebelum membawakan sebuah acara, Anda bisa bertanya terlebih dahulu tentang konsep serta tema acara yang akan Anda bawakan pada bagian produksi acara. Bila Anda tidak menguasai konsep serta tema acara, bisa menimbulkan ketidak serasian antara tema acara dengan apa yang Anda sampaikan ke audience. Semisal saat mendapat job memandu sebuah grup musik yang tampil secara live, Anda wajib mengetahui latar belakang dari grup tersebut. Mulai dari aliran musik yang dibawakan, nama personail grup serta album yang telah dikeluarkan. Sehingga saat membawakan acara, suasana bisa lebih hidup dan menarik.
Untuk menunjukan kualitas serta kemampuannya, seorang presenter harus siap membawakan berbagai bidang acara dan menyesuaikan dengan tema acara yang dibawakannya. Seperti saat membawakan acara olahraga, dalam membawakannya harus berbeda dengan acara musik, kuis, atau infotaiment.

       III.     Menguasai Tema Perbincangan
Bagi presenter berita, sebelum melakukan wawancara, dialog atau saat sebagai moderator dalam acara debat terbuka, Anda akan terlihat lebih bisa menghidupkan suasana dan menyampaikan pertanyaan-pertanyaan kritis, bila telah menguasai tema perbincangannya.
Untuk menguasai tema perbincangan, bisa dilakukan dengan mencari informasi dari materi yang akan Anda bawakan lewat berbagai media, pengalaman pribadi atau pengalaman orang lain.

IV.     Mengetahui Karakter Audience
Sebelum membawakan sebuah acara, Anda tanyakan ke bagian acara, siapa audience yang akan Anda hadapi. Informasi tersebut meliputi umur dan pendidikan. Sehingga Anda bisa menggunakan bahasa yang mudah dimengerti dan dipahami oleh audience Anda. Perhatikan pilihan kata yang mungkin tidak dimengerti oleh audience. Jangan terlalu sering menggunakan istilah teknis atau kata yang mungkin tidak dimengerti oleh audience Anda. Semakin banyak kata-kata Anda yang tidak dimengerti oleh audience, semakin kurang pula respon yang akan Anda peroleh. Sesuaikanlah apa yang Anda sampaikan dengan apa yang Anda hadapi.

V.       Memperhatikan Penampilan
Selain kemampuan yang dimiliki, penampilan menunjukan keprofesionalan seorang presenter dalam membawakan sebuah acara. Cara berpakaian yang baik dan sopan, menunjukan kepribadian seorang presenter. Penampilan, yaitu meliputi jenis pakaian, serta aksesoris yang Anda kenakan. Dalam hal penampilan, kenakanlah pakaian yang serasi, enak, sopan dan sesuaikan dengan karakter Anda.
Kesan pertama yang diperhatikan publik saat Anda memulai membawakan sebuah acara adalah penampilan. Jadi pastikan saat berbicara, audience memperoleh kesan yang baik dari penampilan Anda. Dan sesuaikan pakaian yang Anda kenakan dengan jenis acara yang Anda bawakan. Seorang presenter akan tampil percaya diri mengenakan pakaian dan aksesoris yang sesuai dengan karakter dirinya. Rasa tidak nyaman, akan menggangu saat membawakan acara bila memakai pakaian yang tidak sesuai.

VI.     Menyiapkan Catatan Kecil
Menyiapkan catatan kecil, yaitu dengan meringkas poin-poin dari tema acara yang akan Anda bawakan. Selain lebih praktis, hal ini juga akan mempermudah Anda dalam membawakan sebuah acara.


VII.   Percaya Diri Tampil dengan Baik
Memiliki pikiran yang sederhana sebelum memulai sebuah acara. Yaitu bisa membawakan acara dengan baik. Tidak perlu berpikir yang berlebihan, karena bisa menyusahkan diri Anda sendiri. Tersebyumlah sebelum memulai acara, maka akan mengalir semangat, rasa percaya diri, bahwa Anda bisa menjadi presenter yang baik.
Bila sejak awal sudah ragu dan tidak yakin dengan kemampuan yang Anda miliki, maka hal negatif yang ada dalam pikiran And bisa terjadi. Begitu juga sebaliknya, bila Anda percaya diri tampil dengan baik, maka Anda dapat melakukannya dengan baik. Oleh karena itu, buang jauh-jauh pikiran negatif sebelum memulai acara. Jika Anda percaya diri, Anda pun memiliki peluang untuk tampil dengan masimal—Jika orang lain bisa, kenapa saya tidak.


Triono, Hendri. Langkah Awal Menjadi Presenter: Memulai Karier Sebagai Presenter Radio & Televisi. Yogyakarta: Penerbit Cakrawala. 2007.



Monday, 12 May 2014

#TalkAbout: Teknik Membawakan Acara Sebagai Presenter atau Host

Tidak seperti presenter berita, presenter acara dalam membawakan sebuah acara lebih bebas untuk melakukan gerakan tubuh seperti tangan, kaki atau kepala. Gerak tubuh tersebut bisa menghidupkan suasana. Mulailah membuka acara dengan senyum. Meski wajah Anda cantik atau tampan, jika terlihat tegang, tidak menarik untuk dilihat. Dengan senyum, mampu menumbuhkan hubungan yang baik antara presenter dengan publik.
Sapalah publik dengan sapaan yang ramah, hangat dan bersahabat. Seperti, “Selamat pagi pemirsa, bersama Saya dalam acara...”, atau “Selamat malam pemirsa, senang bisa berjumpa kembali dalam acara...”.
Daya tarik presenter terlihat saat mulai membuka acara. Tunjukan Anda senang memberikan informasi yang dibutuhkan publik. Mengawali pembukaan acara, dengan ekspresi wajah yang menyenangkan serta salam sapaan yang hangat, merupakan langkah awal dalam membangun hubungan yang mengesankan dengan publik.


Usahakan membangun kesan pertama dengan baik. Bila kesan pertama yang Anda bangun saat pembukaan sudah tidak menarik, sulit untuk menarik perhatian publik untuk mengikuti acara yang Anda bawakan hingga akhir.
Berikut beberapa kiat dalam membawakan sebuah acara:

1.   Arahkan Pandangan Ke Publik
Saat memulai membawakan acara, pandangan mata Anda fokus ke depan. Menatap ke arah narasumber atau pemirsa di rumah. Pandangan mata menunjukan kepercayaan diri Anda. Bila Anda melihat ke bawah atau membuang pandangan, maka akan menimbulkan pencitraan bahwa Anda kurang percaya diri. Dalam mengarahkan pandangan, mata jangan terkesan galak, namun tampilkan pandangan bersahabat, wajar dan enerjik.

2.   Lakukan dengan Santai Namun Terarah
Untuk acara yang tidak formal dalam membawakan sebuah acara, lakukan dengan santai. Seperti acara musik atau kuis. Namun bisa mengarahkan acara dengan baik dari awal sampai akhir. Bisa dilakukan dengan berbicara santai, namun tetap tertuju pada topik pembicaraan tertentu yang fokus dan terarah.

3.   Tanggapi Kritik dengan Senyuman
Jika ada yang menyampaikan suatu kritik atau masukan yang tidak menyenangkan, tidak perlu ditangapi dengan emosi atau pembelaan yang berlebihan. Jangan keberatan bila Anda dikritik tidak menyenangkan. Semisal ada kritik dari penonton, atau dari narasumber saat Anda salah megucapkan kalimat, atau kurang bisa memahami apa yang disampaikan narasumber dan mendapati sindiran bahwa wawasan Anda kurang.
Tanggapi dan hormati kritik dengan senyuman, serta ucapan terimakasih atas saran dan kritik tersebut. Menahan diri lebih baik, dibanding mudah terpancing emosi yang bisa merusak suasana acara yang Anda bawakan. Pertahankan, intonasi nada bicara Anda, jika Anda berada pada situasi emosi. Karena emosi seseorang, selain terlihat dari wajah, juga terdengar dari nada bicaranya.

4.   Berikan Humor
Sedikit humor bisa megalihkan ketegangan acara. Dan pada jeda-jeda acara isilah dengan humor yang menarik. Humor yang baik yaitu humor yang bisa dimengerti oleh masyarakat secara luas dan jangan terlalu berat. Berikan sedikit humor, selama tidak mengurangi nilai dari tema acara. Humor hendaknya berkualitas dan disesuaikan dengan tema acara, karakteristik audience serta narasumber Anda. Saat menyampaikan sebuah humor, Anda harus bisa menempatkan dengan baik. Jangan memberikan humor yang terlalu kaku atau formal. Selain itu, homur juga bisa dijadikan cara untuk menutupi kesalahan. Semisal Anda salah dalam mengucapkan kalimat yang dilakukan berulangkali karena blank. Sedikit humor bisa mengalihkan perhatian, sehingga acara dapat dilanjutkan ke materi pertanyaan atau topik selanjutnya.

5.   Improvisasi Gerak Tubuh
Bila membawakan sebuah acara terlalu kaku tidak ada variasi gerak tubuh, akan kurang menarik untuk dilihat. Saat membawakan sebuah acara, presenter televisi tidak hanya dilihat dari tampilan suaranya saja, juga gerak tubuhnya sebagai bahasa penegasan. Kedua faktor tersebut saling mendukung saat membawakan sebuah acara. Melakukan improvisasi gerak tubuh saat membawakan sebuah acara dilakukan untuk menghindari kesan monoton. Variasi bahasa tubuh tersebut, berupa kontak mata, ekspresi wajah, gerak kaki maupun tangan.
Ketika malakukan improvisasi gerak tubuh, jangan terlalu over. Karena gerak tubuh yang berlebihan bisa menimbulkan pemaknaan Anda tidak serius. Improvisasi gerak tubuh, lakukan sewajarnya saja, sesuai dengan kebutuhan acara.
Dalam membacakan sebuah berita, hindari gerak tubuh yang tidak perlu. Karena bila terlalu banyak bergerak akan menimbulkan berbagai macam pemaknaan yang berbeda, bahkan bisa tidak sesuai dengan berita yang Anda bacakan. Berbeda saat Anda membawakn acara olahraga, musik atau kuis. Akan lebih menarik saat membawakannya Anda lebih variatif dalam melakukan gerak tubuh. Karena dengan bergerak secara enerjik, akan lebih menghidupkan suasana pada acara yang Anda bawakan.    


Triono, Hendri. Langkah Awal Menjadi Presenter: Memulai Karier Sebagai Presenter Radio & Televisi. Yogyakarta: Penerbit Cakrawala. 2007.

#TalkAbout: Teknik Wawancara Sebagai Presenter

Secara umum sifat sebuah program berita adalah aktual dan tidak ada siaran ulang. Dan untuk siaran berikutnya, harus siap menampilkan berita lebih baru lagi. Untuk mendukung kerja presenter saat melakukan dialog, atau saat menghadirkan narasumber dalam sebuah program berita, diperlukan persiapan serta teknik wawancara yang baik, untuk menghasilkan informasi serta data yang maksimal dari narasumber.



Seorang presenter profesional dituntut untuk selalu siap dan tanggap dalam menjalankan tugasnya. Tidak ada pemakluman atau alasan, “Belum memahami materi, serta tema berita.” Seseorang presenter harus selalu siap dengan dunia jurnalisme dan penyiaran.
Sangat tidak lazim, bila narasumber mengajari kita saat melakukan wawancara, karena tidak menguasai materi perbincangan dengan baik. Meski sebelum melakukan wawancara seorang presenter diberi arahan serta masukan akan jenis pertanyaan apa saja yang harus disampaikan kepada narasumber, presenter harus bisa mengembangkan materi yang sudah disiapkan oleh bagian redaksi. Sehingga mampu membawakan acara perbincangan dengan baik, menarik, tajam, dan mendapatkan informasi yang seluas-luasnya, sesuai dengan keinginan publik.
Tujuan wawancara, yaitu menggali informasi, komentar, opini, fakta, atau data tentang suatu masalah, peristiwa dengan mengajukan pertanyaan kepada narasumber.
Dalam dunia jurnalistik, dikenal beberapa jenis wawancara:
1.   Wawancara Berita
Jenis wawancara yang dilakukan untuk memperoleh keterangan, konformasi atau pandangan tentang suatu masalah atau sebuah peristiwa.

2.   Wawancara Pribadi
Yaitu jenis wawancara untuk memperoleh data pribadi dan pemikiran dari narasumber. Berita yang dihasilkan berupa profil dari narasumber, meliputi identitas diri, perjalanan hidup dan pandangan-pandangan mengenai berbagai masalah. Isi wawancaranya berkaitan dengan masalah aktual atau masalah yang terkait dengan profesi atau hobi yang dimilikinya.


Wawancara akan berjalan dengan baik bila Anda memilik kejelian saat mengajukan pertanyaan. Juga kepekaan dalam menyikam serta menganalisa secara cepat jawaban dari narasumber yang Anda wawancarai.
Berikut ini, beberapa teknik serta persiapan yang perlu dilakukan sebelum melakukan wawancara:

I.             Persiapan Wawancara
Kualitas suatu wawancara, dipengaruhi oleh kecerdikan Anda saat mengajukan pertanyaan. Oleh karena itu, sebelum melakukan wawancara ada dua tahap yang harus dilakukan.
1.   Menyiapkan Pertanyaan
Sebelum melakukan wawancara, siapkan pertanyaan dalam kertas kecil danbuat catatan singkat untuk mempermudah saat mengajukan pertanyaan.

2.   Persiapan Data yang Cukup
Lakukan persiapan sebelum melakukan wawancara. Jangan melakukan wawancara dengan kepala kosong tanpa persiapan tentang tema, topik serta referensi narasumber yang akan Anda wawancarai. Carilah referensi data tentang narasumber dan tema wawancara dari majalah, buku, koran dan internet.

Setelah memiliki persiapan, teknik wawancara yang baik diperlukan untuk menghasilkan informasi yang ingin diketahui oleh publik. Untuk itu seorang presenter harus memiliki kemampuan intelektual serta teknik berkomunikasi yang baik. Saat mempersiapkan sebuah wawancara, posisikan pikiran Anda mewakili pikiran masyarakat pada umumnya. Dan pikiran informasi apa saja yang diinginkan masyarakat. Anda jangan berpikir hanya untuk memenuhi rasa ketertarikan Anda sendiri, bila kebetulan temanya Anda sukai.  

II.           Cara Efektif Melakukan Wawancara
1.   Jelas dan Ringkas
Gunakan kalimat yang sederhana, pendek dan kalimat langsung saat melakukan wawancara. Makin sedikit kata-kata yang Anda gunakan, makin kecil kemungkinan terjadinya kerancuan pemaknaan yang dipaham oleh narasumber dan publik. Pertanyaan yang ringkas, bisa dengan menggunakan kata-kata yang sederhana. Seperti, “Mengapa bisa terjadi, bagaimana menurut Anda, bisa dijelaskan pendapat Anda, solusi terbaik untuk masalah ini”.

2.   Mengajukan Pertanyaan Berurutan
Dalam mengajukan pertanyaan, harus berurutan. Sehingga narasumber dapat memahami dengan mudah maksud dan tujuan dari pertanyaan. Kalau ada pertanyaan yang belum disampaikan namun secara tidak langsung sudah dijawab, tidak perlu mengulang lagi pertanyaan tersebut, karena akan mendapat jawaban yang sama dan akan menghabiskan waktu.

3.   Pertanyaan yang Berkualitas
Ajukan pertanyaan dari awal sampai akhir acara dengan pertanyaan yang bisa memberikan jawaban panjang dan bisa memunculkan opini. Jangan mengajukan pertanyaan yang membuat narasumber memberikan jawaban singkat atau hanya satu kata.

4.   Wawancara Secara Alamiah
Lakukan wawancara secara alamiah, jangan dibuat-buat, yang bisa menimbulkan kesan kaku, dan bisa menyebabkan Anda tidak memperoleh data serta informasi yang diinginkan.

5.   Mendengar dan Menganalisa Jawaban dengan Cepat
Saat melakukan wawancara, Anda tidak hanya aktif berbicara, juga aktif mendengarkan. Selain mendengar jawaban dari narasumber, Anda juga menganalisa jawaban tersebut dengan cepat. Sehingga bisa menjadi materi pertanyaan selanjutnya, untuk mendapatkan informasi serta data yang Anda inginkan.

6.   Mengarahkan Tema Pembicaraan
Ketika melakukan wawancara, Anda dituntut bisa mengarahkan tema pembicaraan dengan baik. Tak jarang saat wawancara, narasumber menjawab pertanyaan terlalu melebar, atau keluar dari tema pembicaraan. Untuk itu, Anda harus segera mengarahkan jalannya perbincangaan, sehingga tidak keluar dari tema acara dan tetap menarik. Bila narasumber telah keluar dari tema, potonglah pembicaraan dengan sopan. Saat akan memotong pembicaraan, sebaiknya Anda menyampaikan kata maaf terlebih dahulu. Kemudian, mengingatkan kepada narasumber akan tema serta topik yang dibahas pada kesempatan tersebut. Setelah kembali ke topik perbinacangan, Anda bisa melanjutkan ke materi berikutnya.

7.   Waktu yang Tepat Menyela Pembicaraan
Ada saatnya seorang presenter menunggu waktu yang tepat untuk menyela pembicaraan. Menyela pembicaraan yang tepat, dilakukan dengan memikirkan apa yang akan Anda katakan sebelum mengucapkannya. Karena memotong kalimat yang tidak tepat akan membingungkan narasumber. Sebaiknya dalam menyela pembicaraan, gunakan kalimat yang penting saja, supaya mudah dimengerti dan dipahami oleh narasumber.

8.   Mengakhiri dan Menyimpulan Hasil Wawancara
Bila waktu sudah tidak memungkinkan untuk melanjutkan perbincangan, sampaikan kepada narasumber dengam memotong kalimat untuk menyingkat waktu dan ucapan secara lembut namun jelas. Dengan megucapkan kata maaf terlebih dahulu, saat akan memotong pembicaraan. Serta sampaikan bahwa waktunya sudah hampir habis dan katakan, “Mengingat keterbatasan waktu yang kita miliki, bisa kita lanjutkan di lain waktu dan kesempatan. Semoga dari pembicaraan ini dapat menghasilkan informasi yang bermanfaat”.
Wawancara ini diakhiri dengan memberikan kesan, bahwa Anda sebenarnya masih ingin meneruskan perbincangan tersebut. Namun karena waktu telah terbatas, maka wawancara harus segera diakhiri. Dengan demikian, narasumber tetap merasa dihargai. Dan akhiri suatu wawancara dengan memberikan kesimpulan yang singkat dan jelas kepada publik, dari hasil wawancara atau dialog yang telah Anda lakukan.


Triono, Hendri. Langkah Awal Menjadi Presenter: Memulai Karier Sebagai Presenter Radio & Televisi. Yogyakarta: Penerbit Cakrawala. 2007.

Saturday, 15 March 2014

#TalkAbout: Mau Jadi Presenter? Yuk Berlatih Bicara di Depan Publik!



Kick Andy!
Seorang presenter harus bisa melakukan komunikasi dengan baik, mengingat kerja presenter menyampaikan informasi kepada publik secara langsung. Penyampaian informasi tidak akan berjalan sesuai dengan yang diinginkan bila tidak didukung dengan teknik komunikasi yang baik. Dalam proses penyampaian informasi terdapat dua pihak yang terlibat secara langsung, yaitu pemberi dan penerima informasi. Posisi seorang presenter dalam membawakan sebuah acara atau membacakan berita sebagai pemberi informasi dan pihak atau audience sebagai penerima informasi.
Jika penerima informasi yaitu publik, dapat mengerti dan memahami akan maksud serta tujuan seorang presenter, maka telah terjadi komunikasi yang baik. Namun bila publik tidak bisa memahami apa yang disampaikan oleh presenter, maka proses komunikasi tidak berjalan dengan baik. Dan tidak ada kesan menarik yang diterima publik.
Kegagalan berbicara di depan publik, biasanya disebabkan kurang persiapan, atau rasa ketakutan yang berlebihan. Yaitu takut salah, takut ditertawakan, yang berakibat pada rasa gugup, cemas dan tidak percaya diri. Sebenarnya, berbicara di depan publik akan menjadi hal yang menyenangkan bila telah memiliki persiapan yang baik. Rasa takut serta tidak percaya diri disebabkan belum terbiasa dan bisa diatasi dengan melatih berbicara di depan publik.
Berikut, beberapa hal yang perlu dilatih untuk mendukung kesuksesan berbicara di depan publik:



    1. Persiapan Mental
 
The Tonight Show with Jay Leno


Kesiapan metal dan penuh percaya diri, merupakan modal awal sebelum memulai berbicara. Saat akan memulai pembicaraan, memiliki sikap optimis. Bila awal memulai pembicaraan memiliki sikap mental yang pesimis, sama halnya mempersiapkan kegagalan pada diri Anda sendiri. Dan yakin bahwa Anda bisa tampil membawakan acara dengan baik, dan diterima publik tanpa makukan kesalahan. Untuk membangun kesiapan mental, sebelum berbicara, berikut hal-hal yang bisa Anda lakukan.
Pertama, kurangi ketegangan fisik.
Bila Anda mengalami ketegangan sebelum berbicara di hadapan publik, cobalah melakukan senam ringan. Seperti berjalan di tempat, menggerak-gerakkan kaki, berjalan di sekitar lokasi acara, atau memegang ujung kaki sambil berdiri membungkuk selama beberapa detik. Dari gerakan-gerakan ringan yang Anda lakukan, dapat mengurangi ketegangan fisik. Karena otot-otot tubuh Anda yang tegang akibat rasa cemas, akan mengendur dan menjadikan Anda lebih santai.

Kedua, ambil napas dalam-dalam.
Tarik napas yang dalam lewat hidung, tahan beberapa detik dalam perut, kemudian keluarkan napas perlahan lewat mulut. Lakukan dan ulangi beberapa kali untuk mengurangi ketegangan.

Ketiga, minum air putih.
Minum air putih, selain untuk menyegarkan fisik, juga dapat mengalihkan ketegangan dalam diri Anda, serta sebagai persiapan kondisi vokal Anda, supaya tidak kering dan kehabisan suara.


    2.   Pemilihan Bahasa yang Baik 

Just Alvin
Sebelum memulai berbicara pada suatu acara, pikirkan terlebih dahulu kosakata yang akan Anda gunakan. Kemampuan dalam penggunaan bahasa dan kata-kata akan terlihat pada kualitas bicara Anda.
Dengan menggunakan bahasa yang baik dan tepat, membantu memperjelas dan meningkatkan kualitas bicara. Untuk itu, perlu diperhatikan pemilihan kata-kata dan kalimat yang akan Anda gunakan dalam berbicara. Dalam pemilihan kalimat, hindari kata-kata yang sulit diucapkan atau dilafalkan. Sebaliknya, gunakan kata-kata yang memiliki makna yang kuat, atau istilah-istilah untuk memperjelas kalimat yang Anda sampaikan. Untuk itu, kuasai unsur-unsur bahasa, seperti anonim, sinonim, ungkapan, serta kata-kata penghubung, sehingga Anda memiliki perbendaharaan kata yang luas.


    3.   Siapkan Materi Bicara
    
Sarah Sechan
Persiapan materi sebelum berbicara dihadapan publik harus dilakukan dengan baik dan benar. Kesiapan materi yang akan Anda sampaikan juga berpengaruh pada kesiapan mental Anda. Jika Anda tidak menguasai materi yang akan disampaikan, bisa mengakibatkan perasaan cemas, karena belum siap. Langkah yang bisa dilakukan dalam persiapan materi, yaitu dengan menyiapkan pokok-pokok pikiran, atau ringkasan materi yang akan Anda sampaika ke publik. Materi yang akan Anda bawakan, harus Anda siapkan dan pahami sebelum acara berlangsung.


     4.   Mampu Menahan Emosi
 
Buka-Bukaan on RCTI
Tingkat kematangan emosi seorang pembawa acara ikut berpengaruh saat memandu acara. Kematangan emosi seorang presenter terlihat bila tidak mudah marah, cepat tersinggung, selalu merasa benar serta bisa memahami dan menerima pemikiran audience.
Tidak mungkin seorang presenter saat membawakan sebuah acara meninggalkan panggung, karena tersinggung dari ucapan narasumber atau audience. Dengan memiliki kecerdasan emosi yang baik, seorang presenter bisa menstabilkan emosinya, berpikir jernih, tanpa menggunakan emosi. Dan bisa menempatkan dirinya dengan baik, pada setiap acara yang dibawakannya. Untuk melatih hal tersebut, bisa dilakukan untuk tidak mudah marah atau cepat emosi dalam menghadapi sebuah persoalan.


    5.   Penghargaan
 
Seputar Obrolan Selebritis
Dalam melakukan pembicaraan dengan narasumber atau audience, lakukanlah dengan sikap saling menghargai. Karena pada prinsipnya manusia ingin dihargai dan dihormati, terlebih saat tampil dihadapan publik. Jika Anda akan melakukan sebuah kritik atay sanggahan, lakukanlah tanpa menjatuhkan harga diri narasumber atau audience. Dan jangan pernah memandang rendah kemampuan serta kapasitas narasumber saat ,elakukan perbincangan.


     6.   Perhatian

Mario Teguh 'Golden Ways'
Saat melakukan perbincangan dengan narasumber atau audience, bangunlah hubungan yang baik dengan memberikan perhatian. Komunikasi yang efektif akan terwujud bila ada perhatian dari kedua belah pihak, yaitu pemberi dan penerima informasi. Perhatian tersebut, bisa berupa kontak mata. Pertahankan kontak mata yang baik saat melakukan perbincangan. Baik posisi Anda saat berbincang atau ketika mendengarkan. Kontak mata yang baik, juga bisa Anda perlihatkan dengan menyimak apa yang disampaikan narasumber saat melakukan perbincangan.


     7.   Bicara Sistematis

Koffee with Karan
Publik pada umumnya lebih menyukai penyampaian informasi secara urut dan konsisten. Tidak berubah-ubah dalam waktu yang sangat cepat. Jangan menyampaikan satu tema bahasan yang belum selesai, namun sudah pindah ke tema bahasan lain, karena bisa membingungkan narasumber serta publik.
Dalam menyampaikan informasi, Anda jangan terlalu berambisi untuk mencapai hasil secepat mungkin, dan dimengerti oleh publik. Namun butuh sedikit kesabaran, untuk mendapatkan hasil dari informasi yang Anda bawakan, bisa dimengerti oleh audience.
Untuk mendapat hasil yang efektif dalam menyampaikan informasi, sebaiknya dikemas secara sederhana. Dan penyampaiannya dilakukan secara bertahap serta sistematis. Dengan cara tersebut, akan lebih mudah dimengerti serta dipahami publik.